This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Minggu, 05 Februari 2017

Langkah Bijak Menyikapi Berita

Bismillahirrahmanirrahim..
Marilah kita sebelum memulai segala aktifitas untuk selalu mengucapkan puji dan syukur kepada Allah SWT. Berkatnyalah kita pada saat ini masih diberi banyak kenikmatan yang diantaranya nikmat sehat lahir dan batin. yang dengan itulah kita dapat melakukan kegiatan rutinitas kita setiap hari dengan baik tanpa suatu halangan apapun.

Selain itu, semoga shalawat dan salam tetap tercurah kepada baginda junjungan kita yakni Nabi Muhammad SAW. semoga kita mendapatkan syafaat beliau di Yaumil Baats nanti.  Amin ya robbal alamin..

Selama satu minggu terakhir ini, media telah menyibukkan kita dengan berita politik. Pilkada DKI Jakarta masih hangat untuk dibicarakan. Persaingan panas antar paslon sangat terasa. Hampir semua media massa nasional setiap hari selalu memberitakan perkembangan terkini situasi politik di Ibu kota.

Ada hal yang menurut kaca mata saya perlu di perhatikan dari pemberitaan itu. Apa? kebenaran berita. iya saya ulangi lagi KEBENARAN BERITA.

sebagaimana kita ketahui bersama, dampak pemberitaan pilkada DKI ternyata kurang bagus. Beberapa lapisan masyarakat merasa terganggu bahkan ada yang marah. Pemberitaan yang kurang berimbang menjadi masalah. seakan salah satu ada yang dipojokkan.

Kita harus paham bahwa fakta yang ditampilkan media bukanlah the first fact. media telah mengambil sudut pandang tertentu dalam pemberitaan. berita telah di modifikasi sedemikian rupa untuk memenuhi syarat penerbitan. sehingga hal inilah yang membuat kebenaran berita terdistorsi.

Dengan pemahaman ini, kita harus bijaksana dalam menyikap berita. jangan mudah yakin dan percaya dengam apa yang di beritakan. ambilah informasi itu sebagai pengetahuan sementara. untuk mengimbanginya, coba ambil berita dari media lain misal koran, channel tv lain, atau media online. gunakan langkah seperti ini disetiap info yang kita peroleh. mengapa? agar informasi tersebut semakin mendekati fakta. semakin mendekati realita sebenarnya. semoga bermanfaat.

Senin, 22 Agustus 2016

Tangga saksi bisu

Tangga.. engkau lau saksiku.. tiga kali sudah aku naik dan menurunimu. hanya kau yang tahu keseriusan ku yang sebenarnya. entah orang mau bilang apa, bagiku hanya kau yang tau hakekatnya.

kususuri tangga.. seakan ku lalui semua itu tanpa rasa. bukan karena kerasnya gumpalan darah dalam dada ini. namun rasa itu telah lama ou tnggal. seakan mati. rasa yang sudah ku tinggal mati.
ruangan menghadap selatan itulah yang selalu ku tunggu. tiap kali langkah kaki ini berhenti di depan pintu, hanya kursi dan peci di atas meja yng selalu menyapaku. entah kemana pemiliknya. sesak rasanya hati. namun senyum wajah ini tak boleh redup. terkadang q termenung.
getir sekali rasa yang ku alami..
tangga.. kursi.. meja.. peci.. terimakasih..
kalianlah saksi hakekatku..

Dosa yang terulang

Sudah kesekian kali aq mengulangi dosa yang sama. Dengan alasan tubuh letih harus di bayar dengan ancaman berat dari tuhan. ku tahu itu.. tapi!??!!
memang tak cukup hanya tahu. ilmu harus berjalan lurus dengan laku. apalah guna setumpuk pengetahuan namun tak terwujur dalam kenyataan dunia.

hay teman.. ingatlah.. ini hanyalah arena untuk menanam.. besok engkau akan memetik buahnya..
Ya Allah.. berikanlah kekuatan pada hambamu ini untuk selalu bisa mengikuti ajaran agamaMu..
Menjauhi apa yang engkau larang..
kepada Mu lah aku berserah dan kembali..

ربنا ارنا الحق حق ورزقن التباعه..
وارنا الباطل باطل ورزقن اجتنابه..
امين..

Minggu, 21 Agustus 2016

Minggu Ke Tiga, Agustus

Sudah 3 minggu kira kira q menunggu keputusan. dari administrasi sampai wakil dekan 3 sudah ku temui tapi belum ada jawaban pasti. terakhir pembicaraan kami selesai di agenda rapat akademik dekan. keputusan harus diambil dengan mendengar pendapat dari peserta rapat.

Ya Allah.. q hanya bermohon kepada Engkau semoga kasus q ini cepat selesai. q berniat memperbaiki diri atas semua kesalaham yang telah ku lakukan.
wahai guru.. maafkan lah aq.. apalah daya q ini jika tnpa bimbingan dan ketulusan hati engkau, tentu hanya kesesatan yang ku temui.

Ya Allah.. berilah jalan pada hamba lemahmu ini. 
ربنا اتنا فى الدنيا حسنه و فى الاخرت حسنه وقنا عذابا النار
امين...

Minggu, 21 Februari 2016

Ideal Bedroom


Keyword : Bedroom, Furniture
One of the things that is most important for the room of the house is the bedroom. This room is an important key to release various activities that have be done outside. Needless to wide area to have a comfortable. simply by combining style decor with a spacious room could produce balance and beauty. Of course planning and the cold hand of the someone plays a role here.
Some of the techniques in realizing the ideal bedroom is selection right furniture. Selection of household equipment must take into account the model, size, and color blend with the room size. Choose the size of the furniture is minimalist, but still maintaining the model that seemed luxurious and elegant. A mistake in the selection of bedroom furniture will make an impression of your minimalist rooms being cramped. For color, choose a color combination that is not too much. Just two to four colors only. If you combine too many colors in a minimalist room then you will be impressed messy room. taking into account the room temperature room also important. It serves to determine right material for be used in the room. if your home is located in a mountainous area then selection with wooden furniture suitable. But if your house is located in the lowlands and hot then the selection of furniture made of glass and aluminum can be an alternative of your choice.

So a few tips to make room minimalist's ideal. May be useful.

Komunikasi Hado, Sebuah Rekonstruksi Epistemologis Metafisika Komunikasi

Bajari, Atwar DKK, Komunikasi Kontekstual : Teori dan Praktik Komunikasi Kontemporer, (Bandung : Rosda, 2011)

(Prof. Dr. H. Engkus Kuswarno, M. S.)
“Hado creates words. Words are vibration of nuture. Therefore beautiful words creates beautiful nuture. Ugly words creates ugly nuture. This is root of universe.”
Komunikasi Hado merupakan konsep baru yang belum pernah dikembangkan di studi ilmu komunikasi. Komunikasi tersebut pada hakekatnya adalah perpaduan antara komunikasi manusia (human communication) dan komunikasi bukan antar manusia (nonhuman communication).
Konsep Hado terambil dari ilmuan Jepang Dr. Masaru Emoto. Hado diartikan sebagai “Fluktuasi gelombang energi”. Dasar teorinya adalah mekanika kuantum yang menyatakan bentuk vibrasi (getaran gelombang) intrinsik tingkat atom pada semua benda. Getaran inilah yang pada akhirnya mempengaruhi kesadaran manusia.
Semua benda yang ada di dunia ini mempunyai gelombang energi (vibrasi). Energi ini bisa berbentuk positif atau negatif, dan mudah dipindahkan dari satu benda ke benda lainnya.
Konsep Dasar Hado
Masaru Emoto mengatakan semua benda yang ada di muka bumi memiliki hado (vibrasi gelombang energi kuantum). Benda yang satu dapat menerima gelombang energi dari benda lainnya jika masing-masing dalam frequensi yang sama. Jika suatu benda memilki gelombang energi yang seimbang, maka benda tersebut akan berada dalam keadaan stabil dan baik.
Berdasarkan prinsip kesamaan gelombang ini, lahirlah konsep homeopaty, yaitu penyembuhan melalui teori hado, yakni penyetabilan gelombang. Untuk mencapai kestabilan  maka perlu diberi resonansi yang sama dengan bentuk gelombang yang diterima tetapi pada posisi kebalikan.
Jika manusia mengalami gelombang (hado) negative, seperti stress, khawatir, dan cemas ungkapkanlah kata-kata yang memiliki hado positif (yang dianggap sebagai gelombang kebalikan dari gelombang negatif).
Aksiologi Komunikologi Hado Untuk Kualitas Human Dan Non Human Communication
Komunikologi hado menawarkan konsep studi tentang keseimbangan pemahaman ilmu komunikasi sebagai suatu yang holistik, harmonis dan universal antara dunia manusia (human communication) dan dunia alam semesta (nonhuman communication). Namun menurut Liberman, hal ini controversial karena komunikasi manusia penuh dengan makna, tetapi tidak demikian dengan komunikasi hewan apalagi tumbuhan.
Komunikasi hado merupakan konsep baru dalam studi komunikasi yang memerlukan penelaahan lebih lanjut. Jika akhirnya epistemologis kemunikasi metafisis ini hanya dimaknai sebagai sesuatu yang tidak ilmiah, bahkan dianggap lebih bersifat mistis dan supranatural, maka hal itu pun saya sadari walaupun tidak saya benarkan.

Otak Sebagai Sumber Komunikasi Peradaban (Suatu Kajian Komunikasi Berspektif Integrated Science)

 Oleh Prof. Dr. Hj Nina Winangsih Syam, M.S
Terdapat dua alasan mengapa otak sangat penting bagi manusia. Pertama, secara biologis otak adalah “pusat” semua aktivitas tubuh, baik itu kegiatan disadari maupun tidak disadari. Kedua, secara simbolis, otak diposisikan pada bagian tubuh yang paling atas dan menempati posisi paling tinggi dari organ tubuh.
Kajian tentang otak dan kecerdasan manusia sangat penting dalam komunikasi peradaban, karena peradaban (komunikasi peradaban) menjadikan “mind” sebagai landasan berpijaknya. Berdasarkan hal ini, maka perdaban haruslah dikomunikasikan (dikonstruksikan/disosilaisaikan) oleh aktor-aktor peradaban yang memiliki tingkat kecerdasan yang komplit, yakni IQ, EQ, dan SQ. ditangan orang yang memiliki ketiga kecerdasan inilah akan lahir peradaban yang rahmatallilalamin. Sebaliknya tanpa memiliki ketiga kecerdasan tersebut maka peradaban yang akan dihasilkan adalah peradaban yang “pincang” dan akan hancur, seperti hancurnya negeri-negeri (peradaban-peradaban) tempo dulu yang telah digambarkan oleh Harun Yahya (2004) dalam bukunya Negeri-Negeri yang musnah.
Islam memandang bahwa ilmu pengetahuan adalah unsur penting dalam membangun peradaban. Sebagaimana banyak ayat Al-Qur’an yang menyinggung masalah ilmu yang tak kurang dari 780 kali lafadz di dalamnya.
Umat Islam sadar bahwa untuk membangun peradaban yang maju, tidak hanya mengandalkan ilmu agama, tetapi juga dengan pengetahuan sains modern. Oleh karena itu, menurut penulis, ada dua masalah penting yang harus diperhatikan umat Islam yakni :
a. Sains dan ilmu yang digeluti oleh umat Islam haruslah dikawal dengan Iman agar sains tersebut digunakan pada tempat dan tujuan yang tepat dan benar.
b. Islam telah mendorong kaum muslimin untuk melengkapi diri mereka dengan sains dan teknologi untuk menjamin kemerdekaan dan perkembangan masyarakat Islam demi menjaga aspek-aspek spiritual (QS. Al-Anfal ayat 6).


Komunikasi Peradaban (Berbasis Al-Quran dan Akal)
Terdapat perbedaan mendasar antara epistemologi barat dan epistemologi Islam. Ilmuan barat mengatakan bahwa yang termasuk science hanyalah ilmu-ilmu empiris. Sedangkan ilmuan muslim tidak hanya empiris, namun non empiris pun juga dikategorikan sebagai ilmu.
Dalam epistemologi Islam terdapat tiga metode ilmiah. Pertama empiris, yakni objek yang dapat diindra. Namun, menurut Ibnu Haitsam, indra memiliki keterbatasan, sehingga diperlukan alat bantu seperti teleskop dalam bidang astronomi. Kedua, burhani (logis). Metode yang dipakai untuk mengetahui objek nonfisik. Ketiga, intuitif (hati), adalah metode yang dipakai untuk mengetahui objek empiris maupun non empiris secara kontak langsung dengan objek yang hadir dalam diri seseorang.
Perbedaan epistemologi barat dan Islam ini member dampak pada ilmu pengerahuan yang dikembangkan. Barat yang hanya menggunakan empirisme dalam kajiannya menghasilkan sebuah science yang memisahkan hubungan antara tuhan dengan objek kajiannya. Pendekatan ilmu barat ini memberikan dampak negatif, yang ujung-ujungnya akan “memelesetkan” sang aktor intelektual ke lubang ateis.
Sekularisasi yang dilakukan oleh barat sangat sulit di counter oleh kalangan umat muslim karena belum ditemukannya perangkat rasional untuk menjawab tantangan barat. Untuk menanggapi hal ini, seorang cendekiawan muslim asal Indonesia, Dr. Mulyadi Kartanegara memformulasikan langkah-langkah konkrit yang harus dilakukan yakni :
a. Naturalisasi ilmu, yakni proses akulturasi dari sebuah ilmu yang datang dari luar terhadap budaya yang baru ditanah baru.
b. “Islamisasi” sains, yakni semua ilmu yang ada diwarnai oleh umat Islam di wilayahnya masing-masing.
c. Renaisanse Ketiga, yakni dengan cara melakukan penerjemahan karya ilmiah dari seluruh penjuru negeri dan menghimpun sebanyak mungkin karya-karya ilmiah untuk dikaji, dianalisis, dan diterjamahkan sebaik mungkin.

Selasa, 18 November 2014

Bimbingan, e... malah rombak Total.

Kemarin aku habis bimbingan, wah.. Seneng sekali rasa hati.. Aku sangat optimis bisa di acc..

Setelah sekian lama aku garap.. Tibalah akhirnya saat dimana aku harus bimbingan. Banyak hal mengapa aku seneng waktu itu. Pertama, karena q garap skripsinya asal2an.. Enteng, gak seperti temen2 seng wis metenteng gawene.. Huh.. Bukane nyepelekan. Tapi skripsi q ini bagi q gak menarik n gak menantang. Q paling males mengerjakan sesuatu yang q anggap itu adalah hal yang tak penting.. Ah.. Sombingnya diri ku hehe.. Tapi ya wis lah.. Itu artinya aq punya semangat yang tinggi, q punya jiwa pejuang dan pekerja keras. Jika persoalannya berat tapi. Hehe ..

Kedua, yang mbikin aq sneng ya karena dari sekian temen2 q sejurusan, aku termasuk salah satu mahasiswa yang terbaik loh.. Hahaha wkwkwk.. Apa mungkin itu perasaan ku saja ya? Mbuh lah, tapi aq pede pede ae... Haha .. Temen2 ku pada ngeluh karena dosen2 nya gak enak.. Sulit cari referensi,, gak mudeng maksud dosen ennnn apalah.. Keluhan2 yang lain uaaakih nemen.. Mualesi aq ne ngerti wong mengeluh.. Du tak jites.. Ga pernah mondok si.. Coba kalo mondok.. Pasti gak akan ngeluh.. Karena ngeluh itu sama dengan berontak kepada Allah (Wow). Hehe .. Makanya kalau dari pondok itu seseorang punya banyak pandangan jika menghadapi sesuatu apapun. Tak mudah putuss asa.. (tp kok q sombong ya? Bertahap lah hehe)..

Paling tidak, dua hal itulah yang bikin aku seneng hehe.. Tapi kok elek kabeh ya??  Haha lah ya mboh..

Balik ke bimbingan! Setelah selesai bimbingan, wah ternyara bab 2 dari skripsiku salah total. Wah... Aq langsung disuruh rombak? Pye jal rasane? Wah biasa ae.. (cieee jiwa santrine muncul) haha.. Ya ku pkir itu artinya aq masih bodo.. Masih banyak hal yang belum q ketahui sampe2 semua sub bab harus di rombak haha... Ah.. Yang penting aq ws usaha lah... Dan akan ku maksimalkan kembali usaha q..

Itulah cerita ku hari kemarin.. Bukan maksud aq pamer atau bagaimana, aq nulis ini sebagai bagian dari cara ku untuk belajar menulis. Entah apapu kata kalian, apa peduli q. Yang penting aq bisa menulis.. Untuk menggapai salah satu cita-cita ku sebagai penulis. Dosen, hafid, dan penulis.

Sabtu, 14 Desember 2013

BAB I

Lafal Ta’awudz

Setiap akan membaca Al-Qur’an, baik dari awal maupun tengah surat disunnahkan untuk membaca ta’awudz. Adapun Shighat Ta’awudz yang paling utama adalah
أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ
Adapun jika orang membaca :
أَعُوْذُ بِاللهِ السَّمِيْعِ الْعَلِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ
atau
أَعُوْذُ بِاللهِ الْعَظِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ
atau
أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعِ الْعَلِيْمِ

atau
أَعُوْذُ بِاللهِ الْعَظِيْمِ السَّمِيْعِ الْعَلِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

Seperti itu juga boleh. Namun Rasul tidak melakukan Shighat yang seperti itu.
Di salah satu mushaf yang terdapat di samping dari awal surat Bara’ah (At-Taubah) sighat ta’awudznya adalah

أَعُوْذُ بِاللهِ  مِنَ النَّارِ, وَمِنْ غَضَبِ الْجَبَّارِ, اْلعِزَّةُ لِلهِ وَلِرَسُوْلِهِ وَ لِلْمُؤْمِنِيْنَ

Namun Rasulullah dan ahli Qurra tidak melakukan ta’awudz seperti itu. maka dari itu, jika membaca awal surat Bara’ah (At-Taubah) yang lebih utama cukup membaca

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

 Keterangan : Shingat = Bentuk atau Lafal

Sumber : Umar, Abdullah. TT. Risalatul Qurra wal Huffadz, Semarang, Karya Toha Putra

Rabu, 13 November 2013

Nasib tinggal di Bantaran Sungai

Angin bertiup segar menyusur pepohonan. Gemercik air disertai rerintikan hujan menambah aroma dinginnya pagi. Dingin merasuk tubuh di atas gubuk. Duduk di tengah sawah memandang hijaunya padi. Sesekali suara kodok saling bersahutan. Kerikan jangkrik juga tak mau kalah.
memisah dengan kota beraliran deras bengawan solo menandai dusun Tulung, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Bengawan yang biasa dipakai menangkap ikan itu terasa tenang dan damai.
Riuhnya anak sesekali terdengar, sambil berlarian di nggisik menunggu umpan pancing mereka dilahap ikan. Beberapa perahu juga terlihat mengapung sambil menebar jala.
Gemerlap sinar terlihat dari seberang bengawan, terlihat keramaian kendaraan memadati jalur sepanjang kota. Pasar yang terletak menghadap ke bengawan juga semakin menambah kepadatan jalan di sana.
entah mengapa tanah yang ku pijak masih bertatakan tanah dan bebatuan, dan entah kapan lingkungan yang sepi ini akan bangun dari kesunyiannya.
Walau bertetangga dengan kota, tak menjanjikan kehidupan ini banyak berubah. Komoditas ikan yang tak menentu membuat sebagian penduduk beralih membuat bata. Dengan gedhek sebagai dinding dan tumpukan damen menjadi atapnya, mereka membuat gubuk-gubuk kecil di samping nggisik. Sebagai penutup tungku pembakaran tanah calon bata tersebut.
“Kalau musim rendeng seperti ini, kami harus berhenti membuat bata, Aliran bengawan terlalu deras hingga meluap, itu berbahaya,” Ungkap Ahmad Marzuqon (23), seorang pemuda Tulung.
Tak jarang gubuk-gubuk buatan penduduk ikut terseret aliran bengawan, mereka hanya pasrah dan akan membuat kembali ketika air sudah tak munjuk atau ganti musim.

Kebanjiran
Datangnya musim penghujan membawa persoalan tersendiri. Luapan sungai bengawan membuat penduduk mengungsi ke kota. Jalanan tanah bebatuan menjadi lumpur seketika banjir datang.
tinggi air di depan rumah bisa mencapai punggung orang dewasa. Perahu yang biasa bersandar diseberang bengawan, sekarang menyusur di depan rumah, membawa barang-barang berharga untuk di ungsikan ke tempat yang lebih tinggi.
Walau sudah dibangun bendungan gerak di kecamatan kalitidu, sebelah utara kecamatan Trucuk, tak menjadikan bebasnya dari genangan banjir yang melanda tiap tahun.
Kegiatan mencari nafkah lumpuh, sekolah-sekolah diliburkan, Aliran listrik pun dimatikan, Persawahan dan ladang terpaksa dipanen dini demi menghindari kerugian yang lebih besar.
Semua orang sibuk menyelamatkan diri ke kota, dengan membawa barang-barang berharga mereka. Bencana yang banjir ini tidak dapat dipastikan kedatangannya, terkadang siang atau bahkan malam hari menyebabkan penduduk harus selalu siaga 24 jam jika sewaktu-waktu banjir datang.
“Ketika kami sedang sibuk menyelamatkan semuanya, orang kota malah berdatangan sekedar untuk melihat. Mungkin bagi mereka hal ini seperti hiburan karena tidak pernah terjadi di tempat mereka”, kata kepala dusun Tulung, Maryono.
            Kondisi serupa banyak ditemui di daerah-daerah bantaran sungai bengawan solo. Keadaan curah hujan yang tinggi selalu membuat kenyamanan dan ketentraman warga terganggu.

Tak terurus
         Semasa jabatan Bupati Atlan (2004), Kecamatan trucuk merupakan salah satu daerah prioritas pemerintah untuk penanggulangan banjir. Tanggul-tanggul mulai dibangun mengitari bantaran sungai.
       Namun entah mengapa ditengah perjalanan proyek tersebut dihentikan. Kabarnya dana yang dikucurkan untuk pembangunan tersebut menuai permasalahan di DPRD. Sehingga hanya setengah yang baru dikerjakan. Itupun bantaran yang di samping kota.
             Bergantinya Bupati Pada Tahun 2009 oleh Hartoyo ternyata juga tidak begitu membawa perubahan yang berarti. Kebijakan pada pemerintahannya malah memprioritaskan perbaikan jalan-jalan raya dalam kota maupun antar kota. Tak terjamahnya trucuk dari tangan pemerintah membuatnya semakin tak terurus.
Pemerintah kilo karep pe piye? Apa mereka selalu tutup mata tiap tahun melihat apa yang terjadi di sini?” Kata Suminah, warga Dusun Tulung.
            Keluh kesah tak henti mereka sampaikan kepada pemerintah setempat, Alih-alih diperhatikan, hanya janji-janji yang mereka dapat dari pemilihan umum ke pemilihan umum berikutnya.

Ket.
nggisik            : Pesisir
gedhek           : anyaman yang terbuat dari bilah-bilah bambu untuk dinding rumah
damen             : Jerami
rendeng          : Musim Hujan
munjuk            : Meluap

Senin, 14 Oktober 2013

Bab Kalam

اَلْكَلَامُ هُوَ الْفْظُ الْمُرَكَّبُ الْمُفِيْدُ بِالْوَضْعِ

Artinya : yang dimaksud dengan kalam adalah semua lafadz yang tersusun serta berfaidah dan disengaja.
  1. Lafadz : segala suara yang mengandung sebagian huruf hijaiyah. Contoh جَاءَ زَيْدٌ (Zaid telah datang) Jadi, jika suara tersebut tidak mengandung huruf hijaiyaj berarti bukan lafadz seperti suara TV, Speaker, Gendang, dll.
  2. Tersusun : segala lafadz yang tersusun dari dua atau lebih. Yang memberikan faedah. Contoh   زَيْدٌ قَائِمٌ (Zaid telah berdiri)
  3. Berfaidah : segala sesuatu yang memberikan faedah dengan sempurna. Artinya, bagi orang yang mendengarkan tidak butuh lagi bertanya dan bagi orang yang berbicara tidak butuh mengulangi pernyataannya. Contoh : زَيْدٌ قَائِم (Zaid telah berdiri).
  4. Sengaja : segala lafadz yang secara sadar atau disengaja oleh orang yang berbicara untuk dibicarakan. Maka dari itu, ucapan orang yang sedang mengigau, mabuk bukan termasuk ‘Disengaja’.
S      Sumber : _________, Al-Jurumiyah (Magelang : Ma'had Al-Islami As-Salafi, TT )

Selasa, 08 Januari 2013

Dengan Waktu, Mari jadikan hidup lebih bermakna


Waktu merupakan rangkaian kejadian atau batas awal dan akhir sebuah peristiwa. hidup tak mungkin lepas dari dimensi waktu. seseorang yang tidak menghargai waktu, sebenarnya ia sedang berjalan mengurangi makna hidupnya. Bahkan kesengsaraan manusia bukan hanya terltak pada harta maupun benda, namun karena tidak adanya penghargaan terhadap waktu.

Terkadang kita menjalani hidup atau mengarungi detik demi detik, hari demi hari sama sekali tidak ada makna bagi diri sendiri maupun orang lain. Waktu yang kita lewati hanya berlalu sia-sia dan hilang percuma. jika kita memaknai secara fundamental, hidup ini berjalan menuju kematian. maka hal tersebut akan menjadi pendorong bagi kita untuk senantiasa menjadikan hidup ini lebih bermakna, baik untuk diri sendiri maupun orang lain.

Rabu, 28 November 2012



Pada pertemuan kali ini, Bapak Dosen mengajarkan cara untuk mengupload file video ke dalam Blog.
ya,, ni hanya coba2,, hehe... ^_^

Jumat, 27 April 2012

Dakwah di Bidang Aqidah


I.                   Pendahuluan
Nilai suatu ilmu ditentukan oleh kandungan ilmu tersebut. Semakin besar nilai manfaatnya, semakin penting ilmu tersebut untuk dipelajari. Ilmu yang paling utama adalah ilmu yang mengenalkan kita kepada Allah SWT, Sang Pencipta. Sehingga orang yang tidak kenal Allah SWT adalah orang yang bodoh, karena tidak ada orang yang lebih bodoh dari pada orang yang tidak mengenal penciptanya.
Allah SWT menciptakan manusia dengan seindah-indahnya dan selengkap-lengkapnya bentuk dibanding dengan makhluk/ciptaan yang lain. Kemudian Allah SWT bimbing mereka dengan mengutus para Rasul-Nya[1], semuanya menyerukan kepada tauhid[2]. Sementara dari jalan sahabat Abu Umamah disebutkan bahwa jumlah para Rasul 313[3]  agar mereka berjalan sesuai dengan kehendak Sang Pencipta melalui wahyu yang dibawa oleh Sang Rasul. Orang yang menerima disebut mukmin, orang yang menolaknya disebut kafir serta orang yang ragu-ragu disebut munafik yang merupakan bagian dari kekafiran.
Begitu pentingnya aqidah ini, sehingga Nabi Muhammad Saw, penutup para Nabi dan Rasul membimbing umatnya selama 13 tahun ketika berada di Makkah dengan menekankan masalah aqidah ini, karena aqidah adalah landasan semua tindakan, bahkan merupakan landasan bangunan Islam. Oleh karena itu, maka para dai dan para pelurus agama dalam setiap masa selalu memulai dakwah mereka dengan tauhid dan pelurusan aqidah sebelum mereka mengajak kepada perintah-perintah agama yang lain. Bahkan para Nabi dan Rasul sebelum Rasulullah juga menyerukan hal yang sama dalam dakwah-dakwah mereka kepada umatnya. Hal ini seperti firman Allah dalam Al Quran surat An Nahl ayat 36 dan surat Al A'raaf ayat 59, 65, 73 dan 85 :
وَلَقَدْبَعَثْنَافِى كُلّ أُمّةٍ رّسُولًأَنِ اعْبُدُوااوَلاَّ خْتَنِبُواالطّغُو تَۖ (النحل : ٣٦(

Artinya : “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan), ‘Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu’,…” (QS. An Nahl: 36)

يقَوْمِ اعْبُدُوااللّهَ مَالَكُم مإِّنْ لَٰهٍ غَيْرُهُ (العراف : ٥٩٫٦٥٫٧٣٫٨٥(

Artinya : “Wahai kaumku sembahlah Allah, sekali-kali tak ada Tuhan bagimu selain-Nya.” (QS. Al A'raaf: 59, 65, 73, 85) [4]

II.                Rumusan Masalah
A.    Definisi Aqidah
B.     Komponen-Komponen Aqidah
C.     Metode Pencapaian Aqidah

III.             Pembahasan
A.    Definisi Aqidah
Aqidah berasal dari kata ‘aqd yang berarti pengikatan. ‘Aqd berarti juga janji, ikatan (kesepakatan) antara dua orang yang mengadakan perjanjian. menurut etimologi “ikatan, sangkutan, perjanjian dan kokoh”. sedangkan secara terminologi adalah pengingkaran yang bertolak dari hati[5], sesuatu yang mengharuskan hati membenarkannya, membuat jiwa tenang, dan menjadi kepercayaan yang bersih dari kebimbangan dan keraguan
Aqidah dalam istilah umum yaitu keimanan yang mantap dan hukum yang tegas, yang tidak dicampur keraguraguan terhadap orang yang mengimaninya. Ini adalah aqidah secara umum, tanpa memandang aqidah tersebut benar atau salah. Aqidah menurut syara’ berarti iman kepada Allah SWT, para Malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, para Rasul-Nya dan kepada Hari Akhir, serta kepada qadar dan qadha, baik takdir yang baik maupun yang buruk.
Aqidah tersebut dalam tubuh manusia ibarat kepalanya. Maka apabila suatu umat sudah rusak, bagian yang harus direhabilitasi adalah aqidahnya terlebih dahulu. Di sinilah pentingnya aqidah ini, apalagi ini menyangkut kebahagiaan dan keberhasilan dunia dan akhirat. Aqidah merupakan kunci 1 Thaghut ialah syetan dan apa saja yang disembah selain dari Allah SWT[6].  kita menuju surga. Aqidah juga menjadi dasar dari seluruh hukum-hukum agama yang berada di atasnya. Aqidah Islam adalah tauhid, yaitu mengesakan Tuhan yang diungkapkan dalam syahadat pertama. Sebagai dasar, tauhid memiliki implikasi terhadap seluruh aspek kehidupan keagamaan seorang Muslim, baik ideologi, politik, sosial, budaya, pendidikan dan sebagainya.
Aqidah sebagai dasar utama ajaran Islam bersumber pada Al Quran dan sunnah Rasul. Aqidah Islam mengikat seorang Muslim sehingga ia terikat dengan segala aturan hukum yang datang dari Islam. Oleh karena itu, menjadi seorang Muslim berarti meyakini dan melaksanakan segala sesuatu yang diatur dalam ajaran Islam, seluruh hidupnya didasarkan kepada ajaran Islam. Hal ini seperti yang tersebut dalam Al Quran surat Al Baqarah ayat 208, yang berbunyi :
يآيّهَاالّذِيْنَ امَنُوْاادْخُلُوْافِى السّلْمِك آفّةً وَلَتَتّبِعُوْاخُطُوٰ ا تِل شّيْطٰنِ اِنّهُ لَكُمْ عُدُوّمّبِيْنٌ (البقرة : ٢٠٨(
Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, masuklah ke dalam Islam keseluruhannya dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al Baqarah: 208)

B.     Komponen-Komponen Aqidah
1.      Iman Kepada Allah SWT
Agama adalah keyakinan, yang seharusnya jika kita ingin menganutnya, kita harus meneliti terlebih dahulu, menganalisa kebenarannya, mempelajari secara kritis ajaran-ajarannya, sehingga agama yang kita anut itu betul-betul dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya dihadapan Allah SWT dan sesuai pula dengan fitrah. Janganlah kita memilih agama karena kita mengikuti tren, sekedar ikut-ikutan. Bahkan meskipun agama yang kita anut adalah agama yang berasal dari orang tua kita, maka sudah seharusnya kita juga harus benar-benar mengerti akan kebenaran agama yang kita anut tersebut. Janganlah agama hanya kita jadikan identitas.
Adapun syarat mutlak dari pengakuan itu haruslah diucapkan dengan secara sadar, dan penuh dengan keinsyafan, yakni dengan membaca dua kalimat syahadat. Dua kalimat sebagai ikrar atau pengakuan, yang tersusun dari:
a.       Pengakuan Allah sebagai Tuhan Yang Maha Esa, disebut dengan syahadat tauhid
b.      Pengakuan Nabi Muhammad Saw sebagai utusan Allah, disebut dengan syahadat Rasul
2.      Iman Kepada Para Malaikat
Beriman kepada malaikat berarti kita percaya dengan sepenuhnya bahwa malaikat itu makhluk Allah SWT yang sangat taat untuk melaksanakan perintah-perintah-Nya. Dia hanya dianugerahi akal, tanpa nafsu. Maka dia tidak banyak kehendak, dan tugasnya bersifat khusus dan tanpa henti. Perintah Allah untuk berfirman kepada para malaikat ini tercantum dalam Al Quran surat Al Baqarah ayat 285.
3.      Beriman kepada kitab-kitab Allah SWT
berarti kita harus meyakini bahwa Allah telah menurunkan beberapa kitab kepada para Rasul-Nya untuk menjadikan pedoman hidup bagi umat manusia dari setiap perbuatan yang dilakukannya, baik itu perbuatan untuk dunia maupun akhirat. Kitab-kitab suci yang diturunkan oleh Allah itu ada banyak sekali, meskipun begitu yang wajib kita ketahui ada empat buah, yaitu: Taurat, Zabur, Injil,  dan Al Quran.
4.      Iman Kepada Para Rasul/Nabi Allah
          Beriman kepada Rasul-Rasul Allah berarti kita mengakui dengan sepenuhnya, bahwa Allah SWT mengutus para Rasul/Nabi untuk menyampaikan wahyu-wahyu-Nya yang berisikan tauhid, hukum-hukum, sejarah dan akhlak, untuk membimbing manusia ke jalan kebenaran, dan untuk membuktikan bahwa mereka memang betul-betul seorang Nabi/Rasul, maka para Nabi/Rasul tersebut diberikan keistimewaan atau mukjizat. Kita juga harus meyakini bahwa para Rasul tersebut wajib untuk dituruti apa-apa yang diperintahkannya, dan meninggalkan apa-apa yang dilarangnya
5.      Iman Kepada Hari Kiamat
Beriman kepada hari kiamat berarti bahwa kita percaya dengan sepenuhnya bahwa setelah alam dan segala isinya dihancurkan oleh Allah SWT dan semua makhluk akan mati, kemudian dibangkitkan dari alam kuburnya untuk diperhitungkan segala amal kebaikan dan kejahatan dengan seteliti mungkin, kemudian baru ditentukan tempatnya sesuai dengan amal perbuatannya selama hidup di dunia. Hal ini telah dijelaskan oleh Allah SWT dalam Al Quran surat Al Hajj ayat 6-7 dan An Najm ayat 39-41
6.      Iman Kepada Qadha’ dan Qadar
Qadha adalah kenyataan hukum yang telah ditetapkan Allah SWT sejak zaman azali (dalam ilmu Tuhan) terhadap sesuatu yang sekarang telah berwujud, seperti hidup, mati, senang, susah dan lain sebagainya (praktis kenyataan)[7]. Qadar adalah rencana (program) yang berada di dalam ilmu Tuhan Allah (zaman azali) untuk menentukan segala sesuatu secara teoritis (rencana)[8]. Dari pengertian tersebut, bisa disimpulkan bahwa qadha’ merupakan manifestasi dari qadar, sedangkan qadar hanyalah merupakan rencana-rencana saja, sehingga qadha’ dan qadar merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan.
Beriman kepada qadha’ dan qadar adalah kita yakin dan percaya dengan sepenuhnya bahwa sesuatu yang telah atau sedang maupun yang akan terjadi adalah kehendak dari Allah SWT, sebagaimana firman Allah SWT dalam Al Quran surat Al Ahzab ayat 38.

C.      Metode Pencapaian Aqidah
Untuk mencapai aqidah yang sesuai dengan islam, maka dibutuhkan metode pencapaian khusus. Mengingat aqidah islam tidak dapat dimengerti dari pendekatan empirik, melalui rasul-Nya dan pesan tuhan tersebut telah diabadikan dalam satu kitab al-qur’an. Oleh karena itu, metode pencapaian aqidah dapat dilakukan dengan cara :
a.       Doktriner yang bersumber dari wahyu ilahi yang disampaikan secara operasional dan dijelaskan oleh sabda nabinya.
Dengan metode ini maka aqidah islam mampu mencapai kepercayaan yang bersifat sam’iyat, yaitu kejadian-kejadian tertentu yang harus diyakini kebenaran yang hanya bersumber pada wahyu ilahi. Misalnya : hari kiamat, surga, neraka, hisab dan lain sebagainya.
b.      Melalui hikmah (filosofik), dimana tuhan menganugrahkan kebijaksanaan dan kecerdasan berpikir kepada manusia untuk mengenal adanya tuhan melalui perenungan (kontemplasi) yang mendalam
c.       Melalui metode ilmiah, dengan memperhatikan fenomena alam sebagai bukti adannya allah swt, misalnya melalui :
1)      Antropologi (rmemperhatikan fenomena manusia sebagai makhluk individu) seperti yang diisyaratkan dalam QS. 86:5-7, 30:20, 90:4-9, 2:5, 95:4, 23:78-79.
2)      Botani (rmemrperhatikan fenomena-fenomena pada tumbuh-tumbuhan) sreperti yang diisyaaratkan dalam QS. 16:11, 22:5, 15:19, 27:60, 50:9.
d.      Metode irfaniyah, yaitu metode yang menekankan intuisi dan perasaan hati seseorang setelah melalui upaya suluk (perbuatan yang dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu). metode ini membagi alam menjadi dua kategori. pertama, alam nyata yang dapat diobservasi dan dieksperimentasi oleh ilmu pengetahuan modern dengan metode ilmiah. Kedua, alam intuisi yang berkaitan dengan jiwa yang tidak mungkin ditundukkan dengan pengalaman atau analogi. Alam kedua ini hanya mampu melalui metode intuisi.
Menurut Yusuf Al-Qardawi, seorang pemikir islam kontemporer dapat dijelaskan bahwa karakteristik Aqidah Islamiyah adalah[9] :
1)      Jelas dan sederhana
Artinya aqidah islamiyah tidak rumit dan jelas, seluruh ajarannya terangkum bahwa tiada tuhan selain allah dan nabi muhammad adalah utusannya. Dan keyakinan itu dapat diterima oleh akal.
2)      Sesuai dengan fitrah manusia
Yaitu setiap manusia dapat memeroleh keterangan yang hakiki tentang kepercayaan aslinya.
3)      Solid dan baku
Tidak menerima atau mengalami perubahan baik tambahan maupun pengurrangan
4)      Argumentatif
Aqidah islamiyah yang argumentatif tidak cukup menetapkan persoalan-persoalan dengan mengandalkan doktrin lugas dan instruksi keras. Tetapi juga harus disertai alasan kuat dan argumen yang akurat
5)      moderat
aqidah islamiyah merupakan aqidah yang moderat atau pertengahan, yaitu menjadi penengah antara orang yang menegaskan metafisik dan orang yang memrpercayainya

IV.             Kesimpulan
Aqidah berasal dari kata ‘aqd yang berarti pengikatan. ‘Aqd berarti juga janji, ikatan (kesepakatan) antara dua orang yang mengadakan perjanjian. menurut etimologi “ikatan, sangkutan, perjanjian dan kokoh”. sedangkan secara terminologi adalah pengingkaran yang bertolak dari hati, sesuatu yang mengharuskan hati membenarkannya, membuat jiwa tenang, dan menjadi kepercayaan yang bersih dari kebimbangan dan keraguan.
Komponen-komponen aqidah yaitu : iman kepada allah swt, malaikatnya, kitab-kitabnya, rasulnya, hari kiamat, dan qadha serta qadarnya baik buruk maupun baik.
Sedangkan metode untuk bisa mencapai aqidah adalah
a.       Doktriner yang bersumber dari wahyu ilahi yang disampaikan secara operasional dan dijelaskan oleh sabda nabinya.
b.      Melalui hikmah (filosofik)
c.       Melalui metode ilmiah
d.      Metode irfaniyah, dimana metode ini menekankan intuisi dan perasaan hati seseorang setelah melalui upaya suluk (perbuatan yang dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu)

V.                Penutup
Demikianlah makalah yang dapat saya buat, saya sadar, dalam makalah ini masih terdapat kekurangan disana-sini, maka dari itu, kritik dan sarang yang konstruktif sangat saya harapkan demi menyempurnakan makalah ini, dan akhirnya, makalah ini bisa bermanfaat bagi kita semua. Semoga...



[1] menurut hadits yang disampaikan Abu Dzar bahwa jumlah para nabi sebanyak 124.000 orang, namun jumlah yang sebenarnya hanya allah SWT saja yang mengetahuinya.
[2] diriwayatkan oleh Al Bukhari dalam At Tarikhul Kabir 5/447 dan Ahmad dalam Al Musnad 5/178-179
[3] diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dalam Al Maurid 2085 dan Ath-Thabrani dalam Al Mu’jamul Kabir 8/139
[4] http://anakciremai.wordpress.com/2008/05/02/makalah-agama-islam-tentang-akhlak-akidah-sebagai-dasar-pendidikan-akhlak/
[5] Amin Syukur, Pengantar Studi Islam, (Semarang : Pustaka Nuun, 2010), Hal 35
[6] Anonim, Al Quran dan Terjemahannya, hal.63
[7] Drs. M. Noor Matdawam, Pembinaan dan Pemantapan Dasar Agama, (Jakarta: Cv Pustaka Setia, 2008) hal. 140
[8] ibid.
[9] Ali Anwar Y, Studi Agama Islam, (Bandung : Cv Pustaka Setia, 2003) H, 132-135